Hilirisasi

Produk dan teknologi hasil penelitian yang telah dihilirisasikan untuk kepentingan industri dan masyarakat

ROSUS : Platform Inovatif Pembelajaran Teleoperasi Robotika Berbasis Terintegrasi Online Coding  untuk Menghadapi Revolusi Industri 5.0

ROSUS : Platform Inovatif Pembelajaran Teleoperasi Robotika Berbasis Terintegrasi Online Coding untuk Menghadapi Revolusi Industri 5.0

Workshop dan sosialisasi Revolusi Industri 5.0 dilaksanakan untuk mempersiapkan guru dan staf pengajar SMA/SMK di Solo Raya menghadapi perubahan industri. Kegiatan ini membahas konsep kunci seperti kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan keberlanjutan, serta penerapannya dalam pembelajaran sekolah. Peserta dibekali strategi praktis untuk mengintegrasikan konsep tersebut ke dalam kurikulum dan metode pengajaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru lebih siap menciptakan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan industri masa depan.

Untuk mendukung implementasi Revolusi Industri 5.0, sekolah mitra diberikan paket trainer yang berisi perangkat keras dan lunak, termasuk trainer Internet of Things, perangkat lunak kecerdasan buatan, serta buku dan modul pembelajaran pendukung. Paket ini bertujuan meningkatkan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif sesuai kebutuhan industri. Selain itu, pendampingan teknis juga diberikan agar guru dan siswa dapat memanfaatkan perangkat secara optimal dan berkelanjutan, sehingga sekolah mitra dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang inovatif dan berorientasi masa depan.

15 Dec 2025
Selengkapnya
PENGALIHAN ENERGI BERBASIS IMPOR MENAJADI ENERGI BERBASIS DOMESTIK MELALUI PROGRAM KOMPOR INDUKSI

PENGALIHAN ENERGI BERBASIS IMPOR MENAJADI ENERGI BERBASIS DOMESTIK MELALUI PROGRAM KOMPOR INDUKSI

Program serah terima kompor induksi kepada 1.000 masyarakat Surakarta dilaksanakan pada Juli–Agustus 2022 dan disertai pendampingan oleh tim LPPM UNS melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan. Evaluasi pasca-program terhadap 352 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan menggunakan Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) dengan stratified random sampling di lima kecamatan. Hasil analisis menunjukkan kesiapan teknologi berada pada level menengah (TRI 3,33), tingkat penerimaan teknologi tergolong tinggi (TA 4,1), serta kepuasan pengguna relatif baik (CSI 85%).

15 Dec 2025
Selengkapnya