Program serah terima kompor induksi kepada 1.000 masyarakat Surakarta dilaksanakan pada Juli–Agustus 2022 dan disertai pendampingan oleh tim LPPM UNS melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan. Evaluasi pasca-program terhadap 352 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan menggunakan Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) dengan stratified random sampling di lima kecamatan. Hasil analisis menunjukkan kesiapan teknologi berada pada level menengah (TRI 3,33), tingkat penerimaan teknologi tergolong tinggi (TA 4,1), serta kepuasan pengguna relatif baik (CSI 85%).