Pemantauan kondisi fisik menggunakan perangkat wearable terus berkembang, baik di bidang militer maupun olahraga. Dalam olahraga bulu tangkis, atlet rentan mengalami cedera otot sehingga diperlukan metode pemantauan kondisi otot yang akurat dan terstandarisasi. Saat ini, pengecekan kondisi otot di Indonesia masih dilakukan secara konvensional dan empiris, yang berpotensi kurang akurat. Berbagai penelitian dan pengembangan perangkat wearable berbasis sensor biosignal seperti EMG, ECG, dan EEG telah menunjukkan efektivitasnya dalam memantau aktivitas otot, jantung, dan otak. Berdasarkan kajian tersebut, dikembangkan alat biosignal Sportflux yang mengintegrasikan sensor EMG, ECG, dan EEG untuk memantau kondisi fisik atlet secara presisi. Alat ini dirancang ringan, praktis, nirkabel, serta dilengkapi fitur analisis seperti pengukuran kekuatan dan kelelahan otot, evaluasi teknik gerakan, serta pemantauan pemulihan cedera, dengan hasil analisis ditampilkan melalui aplikasi mobile.
Tujuan
Mengetahui kondisi otot dari atlet/personel militer/pekerja pada saat melakukan
aktivitas latihan/bekerja agar dapat mengambil tindakan sebelum terjadi cedera otot.