Berita & Artikel

Ikuti perkembangan terbaru dari CRiMS dalam penelitian dan inovasi manufaktur

Program Kemitraan Masyarakat Grup Riset CRiMS (Center for Research and Manufacturing Systems) Sosilisasi, Pelatihan dan Pendampingan Digitalisasi Sistem Persediaan Bahan Baku dan Penjadwalan Karyawan di Industri Furniture Serenan UD Mella Kreasi

Program Kemitraan Masyarakat Grup Riset CRiMS (Center for Research and Manufacturing Systems) Sosilisasi, Pelatihan dan Pendampingan Digitalisasi Sistem Persediaan Bahan Baku dan Penjadwalan Karyawan di Industri Furniture Serenan UD Mella Kreasi

UD Mella Kreasi merupakan Industri Kecil Menengah (IKM) Furniture dan Handycraft, berlokasi di Serenan Klaten, yang memproduksi mebel dengan menggunakan bahan dasar dari berbagai macam kayu seperti kayu jati, kayu mahoni, dan produk kerajinan dengan pelepah pisang, rotan, dan kerajinan halus. Adanya Pandemic Covid-19 yang berdampak global pada berbagai sektor industri, juga berimplikasi pada IKM furnitur kayu, UD Mella Kreasi. Saat terjadi Pandemik, permintaan pasar UD Mella Kreasi mengalami penurunan yang signifikan, yang berimplikasi pada turunnya aktivitas produksi furniture dan kerajinan. Untuk mempertahankan bisnis dan industri, UD Mella Kreasi melakukan kebijakan efisiensi tenaga kerja, dengan mengurangi jumlah karyawan guna menekan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Seiring dengan kondisi pandemik yang berangsur-angsur membaik, mulai akhir tahun 2021 tingkat permintaan pasar UD Mella Kreasi sedikit demi sedikit kembali menunjukkan kenaikan 5 % hingga 10 %. Namun demikian, untuk menormalkan dan menstabilkan kondisi finansial, UD Mella Kreasi belum dimungkinkan menambah karyawan kembali. Berdasarkan observasi awal, pihak manajemen UD Mella kreasi memaparkan masalah berkaitan dengan pengelolaan persediaan bahan baku, karena memang saat ini belum tersedianya karyawan khusus yang mengelola bagian tersebut. Untuk sementara pengelolaan tersebut dilakukan secara paralel oleh karyawan produksi dibantu karyawan segala bidang (diistilahkan dengan “karyawan serabutan”). Namun hal ini beberapa kali menimbulkan ketidaksinkronan pekerjaan, jumlah persediaan dan produksi. Beberapa penyebabnya antara lain sistem pengelolaan bahan baku yang kurang terstruktur, pencatatan manual yang rawan hilang, hingga beban kerja karyawan di UD Mella Kreasi yang terindikasi kurang seimbang. Berangkat dari problem tersebut, Grup Riset Center for Research in Manufacturing System (CRiMS) Teknik Industri UNS bersama dengan Tim Proyek Perancangan Terpadu 2021 melakukan eksplorasi lebih jauh untuk menganalisis permasalahan dan mengidentifikasi solusi dalam rangka mendukung IKM UD Mella Kreasi. Hasil diskusi dengan pemilik sekaligus manajemen UD Mella Kreasi mengkerucutkan pada solusi digitalisasi sistem persediaan serta manajemen penjadwalan karyawan. Sistem persediaan yang akan diimplementasikan di UD Mella Kreasi adalah aplikasi AirTable cloud, yaitu software open-source yang potensial dipergunakan sebagai sistem pencatatan persediaan berbasis cloud computing. Software ini dipilih dengan pertimbangan, tidak berbayar, tidak memerlukan investasi hardware memori, dan penggunaannya cukup sederhana sehingga sumber daya manusia di IKM mitra cukup mampu mengoperasionalkannya. Untuk mengimplementasikan software tersebut, tim PKM sekaligus memperbaiki prosedur operasi (SOP) pengelolaan persediaan bahan baku di UD Mella Kreasi. Hal ini akan berimplikasi pada penataan waktu/jadwal karyawan yang mempertimbangkan keseimbangan beban kerja. Untuk mencapai target tersebut, PKM diawali dengan kegiatan sosialisasi aplikasi AirTable cloud, sosialisasi SOP manajemen persediaan, serta pemberian usulan jadwal karyawan. Kegiatan ditindakkanjuti dengan pemberian pelatihan dan pendampingan karyawan administrasi serta manajemen UD Mella Kreasi untuk mengimplementasikan solusi- solusi tim PKM. Aplikasi AirTable software telah terimplementasi di UD Mella Kreasi selama kurang lebih 1 bulan. Selama proses tersebut telah diterapkan prosedur (SOP) baru untuk manajemen persediaan bahan baku. Selama penerapan SOP baru tersebut, tim PKM juga telah memberikan masukan berkaitan dengan manajemen penjadwalan karyawan. Hal ini karena proses di gudang bahan baku telah teratasi oleh administrasi UD Mella Kreasi dengan AirTable software, sehingga lebih terstruktur, dan karyawan produksi tidak perlu lagi diperbantukan di gudang persediaan untuk menata, mencari, dan menstrukturkan kayu, rotan, dan bahan baku furniture yang lain. Selain itu, manajemen penjadwalan ini juga telah memilah dan mengakomodasi struktur jadwal berdasarkan kelompok usia karyawan, dengan tujuan meminimalkan beban kerja fisiologis dan psikologis berlebih (diatas standar)
26 Nov 2025
Admin
Riset Group CRiMS FT UNS Kunjungi Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) Bahas Kerjasama Akademik dan Penelitian

Riset Group CRiMS FT UNS Kunjungi Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) Bahas Kerjasama Akademik dan Penelitian

FT UNS – Tim dari Riset Group Center for Research in Manufacturing System (CRiMS) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kunjungan ke Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Rombongan yang terdiri dari Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, IPM, Prof. Dr. Ir. Cucuk Nur Rosyidi, dan Dr. Ir. Wakhid Ahmad Jauhari disambut hangat oleh Dekan Fakultas Teknologi dan Kejuruteraan Industri dan Pembuatan (FTKIP), Prof. Ir. Dr. Hambali bin Arep Ariff, beserta jajaran. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 September 2024. Turut hadir dalam penyambutan tersebut adalah Dr. Nur Aidawaty binti Rafan (Vice Dean of Academic), Assoc. Prof. Ts. Dr. Muhammad Hafidz bin Md. Fauadi dari Faculty of Manufacturing Engineering, dan Prof. Ir. Ts. Dr. Muhammad Sakur bin Saleh (Vice Dean Research and Postgraduate Studies). Dalam pertemuan ini, kedua institusi membahas berbagai potensi kerjasama di bidang akademik dan penelitian. Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerjasama dalam bentuk pertukaran pelajar (student exchange), kerjasama akademik di jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor, serta pelatihan pengembangan SDM. Selain itu, kerjasama riset melalui Matching Research Grant, penulisan artikel ilmiah, dan publikasi bersama juga menjadi fokus utama pembahasan. Selain itu, tim CRiMS FT UNS juga berkesempatan mengunjungi beberapa laboratorium yang dimiliki oleh FTKIP UTeM, yang dikenal memiliki kerjasama erat dengan industri. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara UNS dan UTeM dalam bidang pendidikan dan riset, serta menciptakan peluang kolaborasi baru yang bermanfaat bagi kedua institusi.
26 Nov 2025
Admin
Tim Riset Grup CriMS Teknik Industri FT UNS Adakan Workshop Pembelajaran Internet Of Things dan Pengenalan Robotika

Tim Riset Grup CriMS Teknik Industri FT UNS Adakan Workshop Pembelajaran Internet Of Things dan Pengenalan Robotika

FT UNS – Riset Grup Center for Research in Manufacturings Systems (CRiMS) Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berupa workshop pembelajaran internet of things dan pengenalan robotika kepada siswa sekolah menengah di Surakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium IT SMAN 1 Boyolali pada Senin (22/5/2023) yang dihadiri lebih dari 20 siswa perwakilan kelas X. Workshop ini dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Akademik SMAN 1 Boyolali, Muhsidi S.Pd., M.Pd. Ia mengapresiasi pelaksanaan program ini dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi SMAN 1 Boyolali, terutama bagi para siswa. Penanggung jawab program pengabdian masyarakat, Dr. Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono S.T., M.Eng. juga berharap agar program ini dapat memberikan pengetahuan mengenai bidang teknologi informasi dan robotika kepada siswa SMA N 1 Boyolali. Dalam pelaksanaan workshop, tim riset grup menggandeng startup binaannya, yaitu CV. Enuma Technology sebagai pemateri workshop dan pelatihan mengenai Teknologi Internet of Things (IoT) dan Robotika serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Andreas Wegiq Adia Hendix selaku pemilik CV. Enuma Technology memaparkan mengenai konsep suatu objek dapat ditanamkan pada teknologi seperti software untuk memudahkan berbagai hal dengan kendali jarak jauh, berkomunikasi, dan pertukaran data antar perangkat selama perangkat tersebut terhubung dengan internet. “Dalam penerapannya, Internet of Things (IoT) memberikan banyak manfaat, khususnya dalam membantu pekerjaan manusia dalam berbagai bidang,” jelasnya.
26 Nov 2025
Admin
CRiMS Teknik Industri UNS Mengikuti International Conference di Melaka, Malaysia

CRiMS Teknik Industri UNS Mengikuti International Conference di Melaka, Malaysia

UNS – Grup Riset Center for Research in Manufacturing System (CRiMS) Teknik Industri Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang terdiri dari Prof. Dr. Cucuk Nur Rosyidi, S.T., M.T.; Prof. Dr. Ir. Eko Pujiyanto, S.Si., M.T. IPM; Dr.Eng. Pringgo Widyo Laksono, ST., M.Eng.; dan Dr. Wakhid Ahmad Jauhari, S.T., M.T. menghadiri acara International Manufacturing Engineering Conference, Asia Pasific Conference on Manufacturing System (IMEC-APCOMS) 2024 di Melaka, Malaysia Rabu (11/9/2024) hingga Kamis (12/9/2024) di Imperial Heritage Hotel Melaka, Malaysia. IMEC-APCOMS tahun ini mengambil tema utama “Sustainable Development Goals Through Innovative Manufacturing Engineering” dengan ranah penelitian manufacturing system, mechatronics for manufacturing, manufacturing design, materials for manufacturing, manufacturing processes, dan materials. IMEC-APCOMS sendiri memfasilitasi peneliti, akademisi, ilmuwan, insinyur, praktisi, dan mahasiswa dari seluruh dunia untuk saling bertukar pengetahuan, khususnya di bidang teknologi manufaktur global. Terdapat beberapa mahasiswa Teknik Industri UNS dari jenjang S1 sampai S3 turut serta mempresentasikan paper mereka pada acara ini, yaitu Andreas Wegiq Adia Hendix, Engelbert Harsandi Erik Suryadarma, Saufik Luthfianto, Sugoro Bhakti Sutono, Yudha Adi Kusuma, Cristin Angel, Issacian Mutiara Paska, Ilham Fairuzaman, Rahmat Herpradipto, dan Sekar Zaneta Amirulputri. Tuan rumah IMEC-APCOMS 2024 adalah Universitas Malaysia Pahang AL-Sultan Abdullah yang juga berkolaborasi dengan beberapa universitas lainnya yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Kasetsart University, Universitas Trisakti, dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Terdapat beberapa keynote speaker yang juga turut berkontribusi dalam acara tersebut ialah Dr. Ir. Anas Ma’ruf, M.T. dari Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof. Dr. Cucuk Nur Rosyidi dari Departemen Teknik Industri UNS, Prof. Ir. Dr. Haji Nik Mohd Zuki Nik Mohamed dari Fakultas Manufaktur dan Teknik Mekatronik Universitas Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah. Turut hadir membuka acara IMEC-APCOMS 2024 TS. DR. Nafrizuan Mat Yahya selaku Chairman IMEC-APCOMS 2024 dan Prof. TS. DR. Aida Mustapha selaku Deputy Vice Chancellor, dari Universitas Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah. Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. Anas Ma’ruf, M.T. menyampaikan hasil penelitiannya yang berjudul ”Flexible Assembly Line Design: from mass production to mass customizations”. Selanjutnya Prof. Dr. Cucuk Nur Rosyidi, S.T., M.T. mempresentasikan hasil penelitian berjudul “A Fuzzy Blood Supply Chain Network Design Model by Considering Lateral Transhipment and Blood Substitution”. Agenda dilanjutkan dengan product showcase dari MITS Asia & Hands-On Vibration Training oleh Marcello Ferreira, penyampaian paper oleh peserta, dan keynote speaker ketiga. “Penyampaian paper dilakukan secara parallel sessions, di mana semua peserta yang berperan sebagai pemakalah dibagi menjadi beberapa ruangan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di depan moderator dan pemakalah lain,” tutur Issa, salah satu mahasiswa UNS yang menjadi pemakalah pada Selasa (24/9/2024). Acara hari pertama (11/9/2024) ditutup oleh Prof. Ir. Dr. Haji Nik Mohd Zuki Nik Mohamed yang menyampaikan penelitiannya mengenai “SME Employees Awareness Level on Lean Manufacturing and Ergonomics Implementation in Malaysia and Indonesia”. Pada Kamis (12/9/2024) acara dilanjutkan dengan parallel sessions dan pemberian award bagi pemakalah yang mendapatkan predikat terbaik. “Melalui acara ini, diharapkan dapat meningkatkan antusias peneliti dan mahasiswa untuk selalu mengembangkan pengetahuannya di forum internasional. Acara ini juga menjadi bukti komitmen kelima universitas yang berkolaborasi untuk secara rutin menyelenggarakan IMEC-APCOMS di tahun-tahun berikutnya,” terang Prof. Cucuk.
26 Nov 2025
Admin